Polres Biak Numfor Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi Dana Raskin Dan Dana Prospek

Lensapapua, Biak – Polres Biak Numfor terus mendalami dan melakukan pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana raskin tahun 2016-2017 dan dana prospek tahun 2017 di Kabupaten Biak Numfor.

Kapolres Biak Numfor melalui Kasatreskrim Polres Biak Numfor AKP Jefry Tambunan mengatakan penyelidikan untuk kasus dugaan penyalahgunaan dana raskin telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 10 orang, melakukan penyitaan beberapa dokumen serta sudah melaksanakan expose di BPKP di Jayapura dan sudah ada tim dari Jayapura yang datang ke Biak untuk melakukan pemeriksaan.

“Jadi dugaan kerugian negara dari hasil audit yang dilakukan oleh BPKP Jayapura itu kurang lebih senilai Rp. 496.887.550, dan sampai sejauh ini proses pemeriksaan terus berlanjut,” Ujar Kasatreskrim Polres Biak Numfor di Biak, Selasa (18/6/2019).

Sementara itu untuk kasus dugaan penyalahgunaan dana prospek yang telah dilaporkan sejak bulan Juni 2018 lalu, pihak Polres Biak Numfor telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada 15 orang saksi serta sudah menaikan status kasus ini dari Penyelidikan menjadi penyidikan pada tanggal 27 Maret 2019 lalu.

“Untuk kasus penyalahgunaan dana prospek ini, masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi dan kami juga belum melakukan ekspose ke BPKP hingga tim BPKP juga belum turun untuk melakukan audit investigasi terkait jumlah kerugian negara dari kusus ini, apakah terjadi total loss atau adanya indikasi kerugian lebih dari yang kami duga sebesar Rp 26 miliar,” Jelas Kasat Reskrim.

Dikatakan pihak polres Biak Numfor akan terus melengkapi semua dokumen kasus ini dan akan secepatnya melakukan expose ke BPKP audit investigasi agar bisa mendapatkan informasi pasti jumlah kerugian yang terjadi dalam kasus penyalahgunaan dana prospek tahun 2017 ini.

Sementara itu Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta,S.IK ,M.Si mengatakan terkait 2 masalah kasus korupsi ini pihaknya sementara melengkapi dokumen, untuk dugaan – dugaan pelaku sudah ada yang mengarah, kalau sudah lengkap akan dilakukan gelar perkara untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres juga menegaskan bahwa ke 2 Kasus ini tidak ada kaitannya dengan pemerintahan Bupati Kabupaten Biak Numfor saat ini.

“Kasus ini jangan di kait kaitkan dengan pemerintahan Bupati saat ini,, karena tidak ada kaitannya, kasus ini terjadi sebelum pemerintahan Bupati Herry Naap, jika ada masyarakat yang ingin menanyakan tindak lanjut dari pemeriksaan ini bisa langsung bertemu pihak kepolisian,” Pungkas Kapolres. (red/rin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.