banner 728x250

Perjanjian Kontrak Kerja Lebih Dari 2 Tahun Secara Otomatis Menjadikan Karyawan Permanen

banner 120x600
banner 468x60

Marthen Rahandra, SH. Kabid PPHI

Lensapapua–  Terkait dengan perusahaan PetroChina sebagai pemberi pekerjaan pada beberapa perusahaan pemborongan pekerjaan atau pun penyedia jasa tenaga kerja yang tidak pernah melaporkan pekerjaan pada disnaker setempat,

banner 325x300

Perusahaan-perusahaan tersebut secara diam-diam merekrut tenaga kerja tanpa melaporkan kedisnaker setempat, hal ini sesuai dengan keputusan Presiden nomor 4 tahun 1980 tentang wajib lapor lowongan pekerjaan. Jika persoalan timbul dikemudian hari, maka disnaker setempat seolah-olah dipaksa untuk berpihak kepada perusahaan, ini kan tidak masuk diakal, terang Marthen, SH., Kabid PPHI disnaker Kabupaten Sorong, Senin (04/5)

Kemudian terkait dengan Permenakertrans RI nomor 9 tahun 2012 tentang rekruitmen tenaga permanen, pada pasal 19 menyebutkan bahwa pasa saat tenaga kerja PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) dibawah vendor atau perusahaan pemborongan pekerjaan atau perusahaan penyedia tenaga kerja yang sudah berbadan hukum PT, kemudian memiliki kantor perwakilan dimana pekerjaan itu dilaksanakan dan harus mendapatkan izin dari provinsi, setelah mendapatkan rekomendasi dari kabupaten/kota setempat.

Maka sesuai dengan UU nomor 13 tahun 2003 junto Permenakertrans nomor 100 tahun 2004,  aturan kontrak pertama maksimal 2 tahun dan hanya bisa diperpanjang satu kali saja, yang jadi persoalan perusahaan Migas yang beroperasi didaerah ini hanya melaksanakan kontrak kerja kebanyakan hanya satu tahun dan diperpanjang secara terus menerus, tentu ini kan sudah menyalahi aturan yang berlaku, tegas Marthen.

Ditambahkan Marthen, pada pasal ke 59 UU nomor 13 tahun 2003, disebutkan jika perpanjangan kontrak kerja sudah lebih dari satu kali, maka secara otomatis harus menjadi karyawan permanen dari perusahaan pemberi kerja dalam hal ini PetroChina, Pertamina Kilang, JOB dan lain-lain.

Kemudian sebelum pekerjaan diberikan pada perusahaan pemborongan pekerjaan termasuk perusahaan penyedia tenaga kerja, atau bahkan sudah menyerahkan pekerjaan, maka secara otomatis status karyawan akan berada dibawah perusahaan pemberi pekerja seperti PetroChina dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, dengan kejadian yang alami kelima karyarawan yang di PHK oleh PetroChina ini, meskipun tidak menjadi karyawan permanen, tetapi kita akan permanenkan hak-haknya untuk bisa dibayarkan oleh PetroChina, karena sesuai dengan kontrak kerja yang sudah lebih dari satu kali, jadi kita samakan dengan Perjanjian Kontrak kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWT), jadi wajib pesangonnya dihitung dua kali, Beber Marthen. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.