Pemungutuan Suara Ulang Di Maybrat Tidak Memenuhi Unsur

Lensapapua–  Menindak lanjuti sengketa gugatan permohonan untuk dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) yang diajukan oleh tim pemenangan tim paslon Karel Murafer – Yance Way, dan mendapat persetujuan dari Panwaslu kabupaten Maybrat dianulir oleh Badan pengawas Pemilu Provinsi papua barat, setelah melakukan kordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Polda Papua Barat.

Dijelaskan Kapolda Papua Barat, Brigjend Pol. Drs. Martuani Sormin, kasus Pilkada Maybrat telah diputuskan sebelumnya oleh panwaslu Maybrat terkait penundaan pleno rekapitulasi suara, maupun permintaan Pemungutan suara ulang (PSU) tidak memenuhi unsur.

Sehingga Bawaslu mengeluarkan surat adat tahapan Pilkada dalam pleno rekapitulasi suara dapat dilanjutkan sesuai dengan jadwal tahapan.

“Di Maybrat itu ada surat dari Panwaslu yang meminta untuk PSU, namun setelah dikaji, bersama dikantor Gubernur Papua Barat, permintaan tersebut tidak dapat kita teruskan karena tidak sesuai didalam pasal 112.

Yang mana didalam pasal tersebut ada sejumlah kriteria seperti ada kontijensi, ada bencana alam, penyebaran penyakit yang meluas, dan ada gangguan kamtibmas, sementara didalam permohonan paslon nomor 2 ke Panwaslu kami tidak ada kriterianya” tegas Martuani Sormin.

Martuani menyebutkan, penyelenggara maupun Gakumdu di Papua Barat senantiasa berkordinasi, dan melihat sejauh mana aduan yang disampaikan memenuhi kriteria sehingga dapat ditindak lanjuti. (yud/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.