Oknum Pejabat Gelembungkan Sapi Dan Babi, Negara Rugi Rp. 1 Milyar

Ketua PKN Biak, Joey Lawalata. Dok/red
Ketua PKN Biak, Joey Lawalata. Dok/red

Lensapapua, Melalui proses investigasi sejak Oktober 2018, Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Biak Numfor menemukan adanya penyalahgunaan anggaran pengadaan bibit sapi dan bibit babi di kabupaten Biak Numfor Tahun anggaran 2018.

“Dengan modus yakni penggelembungan harga serta kolusi atau penyalahgunaan kewenangan dan kekuasaan oleh pimpinan dinas untuk menunjuk pelaksana penyedia dari perusahaan yang ditunjuk sebagai penyedia pekerjaan tersebut,” Demikian kata Joey Lawalata Ketua PKN Biak, Rabu (23/1/2019).

Ia membeberkan total kerugian negara dari kasus ini hampir 1 miliar Rupiah, dari 54 ekor sapi yang dianggarkan untuk penyediaan, yang didatangkan cuma 29 ekor sapi, berikut dari sekian harga yang diletakkan di rancangan anggaran biaya ternyata realisasi di lapangan serta menurut investigasi di beberapa pengecer nilainya tidak seperti itu.

Gambar ilustrasi. Dok/tenor.com
Gambar ilustrasi. Dok/tenor.com

“Jadi ada penggelembungan harga yang cukup tinggi dari harga yang sebenarnya yang ada di lapangan,” jelas Joey.

Dikatakan, PKN akan terus mengawal kasus ini dan intens berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan dan Polda Papua maupun dengan Polres Biak Numfor. Dengan harapan agar kasus ini akan segera dibuka dan diproses berdasarkan bukti-bukti yang sudah di masukkan dalam dokumen laporan pengaduan.

“Jadi kami ingatkan kembali bagi pemerintah maupun aparat penegak hukum dan lain-lain yang mempunyai akses APBN dan APBD Itu sudah pasti hanya sebagai pengelola dana rakyat untuk kesejahteraan rakyat dan bukan untuk kantong-kantong pribadi, bukan anggaran yang diperuntukkan bagi perorangan atau instansi tapi anggaran dari rakyat untuk rakyat sendiri, itu dulu yang harus dipahami,” Pungkas Joey. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.