Masyarakat Papua Harus Mandiri Tidak Boleh Bergantung Pada Orang Lain

IMG_7076 - Copy

Lensapapua – Berbagai upaya dan terobosan  dilakukan pemerintah agar masyarakat asli Papua agar bisa mandiri dan tanpa harus tergantung kepada pemerintah atau pihak lain. Kata Rektor Unipa Manokwari  Dr. Suriel Mofu,S.Pd.M.Ed.Phil.Rabu 16/4.

“Tidak ada jurus selamat yang bisa membantu kita. Apalagi  adanya sebuah kemerdekaan tapi kita tidak tahu wujudnya seperti apa, bahkan kita hidup dari khayalan ke khayalan dan bahaya sekali kalau cara hidup seperti itu dan matinya cepat,” katanya.

Bagaimana upaya kita yang tadinya hidup dalam suatu situasi kegelapan bisa menjadi terang benderang. Semuanya tergantung bagaimana upaya yang harus kita lakukan dengan berbagai cara positif, untuk mengembangkan diri dengan mengubah cara hidup.

Untuk itu kondisi orang asli Papua suka tidak suka kehidupannya harus kita ubah.  Kita lengkapi dan dibekali supaya mereka bisa hidup dalam suatu perubahan. Bagaimana punya obsesi untuk maju dengan sejumlah perangkat  pemerintah yang ada di desa atau kampung dan di kecamatan ada camat dan lain sebagainya.

“Kita mempunyai kewenangan dan kekuasaan. Yang menjadi persoalan adalah ketulusan. Apakah kita tulus untuk melayani rakyat kita, dan apakah kita setia untuk menolong mereka (masyarakat) untuk mengubah situasi yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan,  terkait masalah gizi menjadi persoalan hidup masyarakat  dengan tetap menjaga pola hidup sehat dan mengkonsumsi gizi yang seimbang. Dengan kondisi yang baik itu akan merubah  cara pikir  ke arah yang benar.

Yang menjadi persoalan kita di Papua Barat, yakni hingga saat ini belum mempunyai grand design kesehatan yang nantinya kita harapkan seperti apa, ujar Mofu.

Selanjutnya,   harapan kita itu akan terealisasi dalam beberapa lama, apa saja yang akan kita dapatkan kondisi ideal kesehatan masyarakat, seperti membangun Fakultas Kedokteran adalah itu merupakan sebagian kecil  dari grand design kesehatan masyarakat.

Dan ada pula beberapa hal yang ikut berkontrubisi kesehatan masyarakat di Papua Barat pada umumnya sebagai bahan renungan.

“Sebagai akademisi  tugas kami hanya mengatakan kebenaran. Kami jalan lihat dan dilaporkan. Dengan data dan fakta yang ada silakan untuk dilanjutkan dalam mewujudkan pembangunan di Papua Barat ini,” paparnya. (rim/Red)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.