KPU Kabupaten Sorong Gelar Pertemuan Tertutup Terkait Adanya Pemalsuan Visi Misi Pasangan Kandidat No. Urut 1 (Zetiba)

Lensapapua–   KPUD Kabupaten Sorong, gelar pertemuan tertutup dengan Panwaslu Kabupaten Sorong dan kedua pasangan calon kandidat yang dimediasi oleh pihak Polres Sorong terkait dugaan adanya upaya pemalsuan visi misi Zetiba pasangan nomor urut 2 dalam Debat Publik putaran kedua. Senin (23/1)

Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang kerja Kapolres Sorong Kabupaten, untuk membahas terkait dugaan adanya upaya pemalsuan visi misi Zetiba pasangan nomor urut 2 dalam Debat Publik putaran kedua.

Pertemuan ini diikuti oleh 15 orang, hadir diantaranya
1.AKBP. Moch. Rudy Prasetyo, S.Ik (Kapolres Sorong).
2. Iptu Hery Jatmika (Kasat Intel Polres Sorong).
3. Marthinus A. Nassarany, SH (Ketua KPUD Kabupaten Sorong).
4. Puji Rustanto, ST (Anggota KPUD Kabupaten Sorong Divisi Hukum).
5. Petrus M. Aitrem, S.An (Ketua Panwaslu Kabupaten Sorong).
6. Yohanis Antoh, ST (Anggota Panwaslu Kabupaten Sorong Divisi Hukum)..
7. H. Ibrahim Pokko (Calon Wakil Bupati Sorong nomor urut 1).
8. Drs. Suka Harjono, S.Sos, Msi (Calon Wakil Bupati Sorong nomor urut 2).
9. Timses kedua pasangan calon kandidat.

Dalam pertemuan tertutup tersebut Ketua KPUD Kabupaten Sorong, Marthinus A. Nasarany. SH., menyampaikan adanya kekeliruan perubahan visi misi pasangan Zetiba yang tidak diketahui oleh divisi teknis KPU. dan divisi hukum KPU mengetahui adanya perubahan tersebut, namun tidak diketahui darimana asal perubahan tersebut.

Pihak KPUD Kabupaten Sorong mengakui adanya kelalaian terkait permasalahan ini dan diharapkan agar kedepannya tidak ada lagi permasalahan yang akan timbul akibat dari permasalahan ini.

Perbedaan visi misi pasangan Zetiba dikarenakan diserahkan kepada dua orang yang berbeda, dalam hal ini merupakan tanggung jawab divisi teknis KPU dan perubahan diserahkan kepada divisi hukum KPU sebagai penanggung jawab kampanye, namun perubahan tersebut tidak diketahui oleh divisi tehnis KPU.

Kami sebagai pihak penyelenggara mengklarifikasi permasalahan ini agar pemilukada dapat berjalan dengan baik dan tidak ada permasalahan dikemudian hari. kata Marthinus.

Sementara Kapolres Sorong, AKBP. Moch. Rudi Praseryo. S.Ik., menyampaikan
danya miss komunikasi antara anggota KPU terkait visi misi pasangan Zetiba dan permasalahan ini telah diselesaikan dengan baik.

Masing-masing pasangan calon kandidat diharapkan kembali fokus kepada pelaksanaan tahapan berikutnya diantaranya kampanye terbuka dan pencoblosan.

Kami dari pihak Polres Sorong belum menerima adanya laporan permasalahan ini dan dengan adanya pertemuan ini sehingga permasalahan ini tidak membias dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. kata Kapolres.

Pengajuan Panwaslu merupakan hasil rekomendasi oleh pihak Panwas dan kepolisian sehingga ini belum merupakan laporan pelanggaran pemilukada, kesemuanya dikembalikan kepada Panwas.

Apabila ada pidana pemilu maka akan ditindak oleh pihak kepolisian dan apabila secara administrasinya akan ditangani oleh pihak Panwas.

Terkait adanya pencemaran nama baik sampai dengan saat ini belum adanya laporan dari pihak kandidat nomor urut 1.pasangan Zetiba.

Untuk diketahui bersama,  Permasalahan terkait adanya perubahan visi misi pasangan Zetiba yang merupakan kelalaian dari pihak KPU telah dilaporkan oleh pasangan kandidat nomor urut 1 pasca pelaksanaan debat publik putaran kedua.

Permasalahan ini telah selesai dengan diadakannya pertemuan tertutup antara pihak KPUD Kabupaten Sorong, Panwaslu Kabupaten Sorong dan kedua kandidat yang dimediasi oleh pihak Polres Sorong. RED

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.