Korban Penikaman, Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

Arter, korban penikaman masih di rawat di RSUD Kabupaten Sorong. Dok/hyl
Arter, korban penikaman masih di rawat di RSUD Kabupaten Sorong. Dok/hyl

Lensapapua, Naas bagi Arter, luka tikaman di tulang rusuknya berimbas hingga ke dinding hati sehingga harus menjalani operasi di bagian hati. Arter korban penikaman, yang dilakukan Arkon temannya seminggu lalu, (29/9) kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Sorong. Dalam kasus ini pihak keluarga sangat berharap agar pihak kepolisian segera tanggap dan menangkap pelaku, Arkon yang hingga saat ini masih berkeliaran.

Korban Arter yang didampingi ibundanya, mama CH saat ditemui media ini, Senin (5/9) mengatakan luka tikaman yang diderita Arter cukup parah karena pisau yang digunakan sudah karatan dan menembus hingga dinding hati . Sehingga dilakukan operasi di dinding hati untuk mengeluarkan gumpalan darah yang membeku akibat luka tikaman tersbeut.

Menurut pengakuan Arter, kejadian penikaman tersebut berawal ketika ia bersama beberapa orang temannya mau pindah kos dari jalan Mawi,belakang SMAN 1 Kampung Baru. Ketika hendak berpamitan dengan ibu kos malam itu, tiba-tiba pelaku Arkon datang dan marah kepada ibu kos sehingga Arter yang berada disitu mencegah Arkon. Tidak tahu kenapa, tiba-tiba Arkon yang diduga sedang dipengaruhi miras memanggil Arter keluar dan memukul korban serta menikam dengan pisau dapur.

“Pelaku ini adalah teman yang baru dikenal Arter sekira satu minggu dalam acara kegiatan mereka, “ kata Mama CH menyayangkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Sorong Barat tetapi hingga saat ini pelaku belum ditangkap.

Mama CH mengungkapkan kekecewaan sekaligus menegaskan, jika hingga satu minggu ke depan pihak kepolisian belum bisa menangkap pelaku yang sudah jelas diketahui maka ia bersama pihak keluarga lainnya akan melakukan balik tangan. “Jadi jangan salahkan kami jika nanti terjadi keributan di Kota Sorong, “ tandas mama CH. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.