Kejari Akan Kembali Usut Pengembangan Pembangunan Asrama Bintuni

Kajari Manokwari, Agus Joko Santoso, SH didampingi Kasi Intel Kejari, Irvan Bilaleya, SH (kanan).Dok/red
Kajari Manokwari, Agus Joko Santoso, SH didampingi Kasi Intel Kejari, Irvan Bilaleya, SH (kanan).Dok/red
banner 120x600
banner 468x60
Kajari Manokwari, Agus Joko Santoso, SH didampingi Kasi Intel Kejari, Irvan Bilaleya, SH (kanan).Dok/red
Kajari Manokwari, Agus Joko Santoso, SH didampingi Kasi Intel Kejari, Irvan Bilaleya, SH (kanan).Dok/red

Lensapapua,Manokwari- Menanggapi Keluhan Mahasiswa Pelajar Pemuda Mahasiswa Teluk Bintuni yang berada di Kota Sorong beberapa waktu lalu terhadàp penegak hukum yang di nilai masih lamban dan tak ada transparasi dalam menunjukan bukti serta wujud pengembangan perampungan pembangunan asrama tersebut, dalam waktu dekat Kejari akan kembali melakukan kordinasi pengecekan anggaran yanģ digunakan dalam pembangunan asrama bagi pelajar mahasiswa Asal Kabupaten Teluk Bintuni Di Kota Sorong.Demikian di ungkapkan Kejari Manokwari Agus.Joko.Santoso,SH di dampingi Kasi Intel Kejari manokwari Irvan.Bilaleya.SH. kepada media ini saat di konfirmasi di ruang kerjanya kepada Media ini.

“Kami baru sebulan di lakukan pergantian di beberapa kepala seksi dan bagian pada tubuh Kejaksaan Negeri Manokwari, namun beberapa laporan dan dugaan penyelewengan pembangunan gedung asrama mahasiswa ini akan kami tindak lanjuti,”Ujarnya

banner 325x300

Seperti di ketahui pembangunan asrama Bintuni yang bernilai milyaran rupiah, terbengkalai sejak delapan tahun lalu. Dimana sejak tahun 2008 lalu direncanakan, dan sampai sekarang belum rampung, sehingga perlu diselidiki penegak hukum.

Sesuai data yang dihimpun para awak media juga di kota Sorong jumlah mahasiswa asal Kabupaten Teluk Bintuni mencapai ratusan jiwa, namun pemerintah daerah kabupaten Teluk Bintuni hanya mampu mengontrak tujuh barak per tahun.

“Sebagian besar mahasiswa terpaksa kontrak rumah gunakan biaya kiriman orang tua. Tapi ada saya dengar, kontrak rumah dari pemerintah daerah pun sudah habis sejak November 2015,” ungkap Abu Bakar, salah satu mahasiswa asal Bintuni yang di konfirmasi mengatakan.

Mereka pun berharap asrama Bintuni dapat segera dirampungkan pembangunannya oleh Pemkab Teluk Bintuni di kota Sorong, sehingga mengurangi beban pendidikan bagi mahasiswa yang menimba ilmu di kota tersebut. bukan hanya itu beberapa asrama lainnya di luar kota seperti yang berada di Manado sulawesi utara pun perlu di selidiki. (ian)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.