Kasus illegal Loging 1.000 Kubik Kayu Didakwa 5 Tahun Penjara

Lensapapua–  Didakwa melakukan illegal logging 1.000 Kubik, Hendrik Sulingan akan dituntut Jaksa Penuntut Umum pidana maksimal 5 tahun.

Persidangan Kasus illegal logging dengan terdakwa Hendrik Sulingan dilaksanakan di pangadilan Negeri Sorong, dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Timotius Djemey sekaligus ketua Pangadilan Negeri Sorong, selasa (31/1/2017).

Jaksa Penuntut Umum, Pieter Louw mengatakan kasus illegal logging yang dilakukan terdakwa terjadi didaerah Kais Sorong Selatan dengan total kayu 1.000 Kubik, namun barang bukti berupa kayu telah dilelang dan hasil lelang telah disetorkan ke kas negara.

Karena khawatir menurunkan kualitas kayu, dimana sesuai undang-undang yang berlaku terdakwa dijerat pasal 82 ayat 1 juncto pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pengrusakan hutan dengan sangsi pidana paling kurang 1 tahun dan maksimal 5 tahun penjara.

“Kasus pidana pengrusakan hutan dimana terdakwa Hendrik Sulingan melakukan penebangan hutan tanpa izin, sehingga terdakwa akan diganjar hukuman maksimal 5 tahun, ini sidang yang pertama, dan sidang berikut kita akan hadirkan 5 saksi “tegas Pieter Louw.

Penasihat Hukum terdakwa, Jatir Yudha Marau mengatakan akan menyiapkan bukti dan saksi yang akan meringankan tuntutan Jaksa, mengingat kayu yang disangkakan diperoleh dari masyarakat, dan hal tersebut jelas ada aturannya.

“Kami juga akan menyiapkan pembelaan kendati kami akui dalam undang-undang namanya kasus illegal logging sangat sensitif, dan sulit dilakukan pembelaan namun kami optimis hukuman yang diberikan kepada terdakwa dapat diminimalkan”tegas Jatir Yudha Marau saat ditemui usai Persidangan.

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Majelis Hakim, Persidangan berikut akan dilaksanakan tanggal 9 February dengan materi mendengarkan kesaksian dari saksi Jaksa Penuntut Umum. (yud/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.