banner 728x250

Kapolres Sorong “Tindak Tegas Warga Masyarakat Yang Melanggar Hukum”

banner 120x600
banner 468x60

B.Okoka,SE.Kasat Reskrim Polres Sorong Aimas

Lensapapua– Kapolres Sorong Aimas melalui Kasat Reskrim Bernadus Okoka,SE. mengatakan bahwa pada hari Jumat (21/11) Kapolres memerintahkan sehubungan dengan adanya pemberitaan bahwa didaerah Sailolof Tanjung batu terjadi penebangan kayu (Ilegal Loging),kata Okoka diruang kerjanya, Selasa (25/11).

banner 325x300

Maka untuk memastikan adanya kegiatan illegal Loging yang diberitakan dibackingi oleh aparat Polres, maka pihaknya membentuk satu tim, dalam tim tersebut terdiri dari Kepolisian dalam hal ini Reskrim yang beranggotakan Samapta, Intelijen dan juga dari Propam, dari pihak kehutanan maupun dari pihak BKSDA, untuk melakukan penyelidikan langsung dilapangan apakah benar pemberitaan adanya oknum aparat yang membackingi kegiatan tersebut dan juga apakah benar ada kegiatan illegal loging disana, beber Okoka.

Dari hasil penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ternyata semua pemberitaan itu tidak benar, yang ada disana hanyalah tempat ibu Nelce Orma (TKP dimaksud) dengan 10 izin usaha, dan tapal batas yang dituduhkan oleh marga Mafanyeri secara adat disepakati, itu juga tidak benar, tapal dan hutan tersebut bukan hak milik marga Mafanyeri, sehingga pada hari Sabtu (29/11) mendatang akan ada pertemuan khusus antara 3 marga tapi (selama ini 3 marga tersebut makan dan hidup bersama-red) marga Mafanyeri tidak termasuk didalam nya, ungkap Okoka.

Kemudian kedepan disepakati bahwa 3 marga itu nantinya akan menerbitkan izin dengan masing-masing marga, juga tidak terkait dengan marga Mafanyeri yang memberitakan adanya illegal loging, dari pihak marga Mafanyeri saat ini ada menahan 2 buah alat Senso (Pemotong pohon-red) terkait hal ini sesuai perintah Kapolres akan ditindak tegas, karena secara sepihak Mafanyeri telah menyatakan adanya kegiatan illegal loging, dan kemudian mengambil barang milik orang lain tanpa izin, jadi hal ini akan kami tindak tegas termasuk siapa-siapa yang terlibat didalamnya, tegas Okoka.

Termasuk juga pihak Polres akan memanggil masyarakat yang memberitakan kepada wartawan adanya oknum aparat yang membackingi kegiatan tersebut, kita akan panggil dan minta pertanggungjawaban warga tersebut, meskipun menurut analisa kami dari pihak Polres  bahwa semua ini hanya karena adanya kepentingan dari pengusaha untuk mengambil kayu dengan cara mempropaganda masyarakat yang ada disana, kan kasihan masyarakat disana yang tidak mengerti apa-apa, pungkas Okoka. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.