Kapolres Biak Numfor : Tahanan RY Dipastikan Meninggal Karena Gantung Diri

Lensapapua, Biak – Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta,S.IK ,M.Si angkat bicara terkait berbagai isu yang tidak benar dan tidak berdasarkan fakta yang semakin berkembang di masyarakat Kabupaten Biak Numfor mengenai tahanan Ronald Yawan (RY) yang meninggal gantung diri di sel polres Biak Numfor pada Sabtu 15 Juni 2019, yang beredar kabar bahwa korban mengalami tindakan penganiayaan dari pihak kepolisian.

Menanggapi hal ini pihak Polres Biak Numfor mengklarifikasi dan menampik semua informasi-informasi yang tidak benar tersebut, Korban RY dipastikan meninggal dunia akibat gantung diri, hal ini diperjelas dengan adanya laporan pemeriksaan jenazah yang telah dikeluarkan oleh Pihak RSUD Biak untuk Pihak Polres Biak Numfor yang telah ditandatangani langsung oleh Dokter Forensik RSUD Biak Numfor dr. Izak Reba, Sp. Kf, MH. Kes pada Selasa (18/6/2019).

Dari kesimpulan hasil pemeriksaan jenazah tersebut yang dibacakan langsung oleh Kapolres Biak Numfor disitu tertulis jelas penyebab pasti kematian korban adalah gagal nafas akibat jeratan pada leher yang mengakibatkan tertutupnya saluran nafas dan saluran darah bagian leher hingga pernapasan berhenti demikian juga perdarahan pada otak berhenti.

“Diperiksa seorang laki-laki berumur kurang lebih 21 tahun, kulit sawo matang, kesan gizi baik, dari pemeriksaan ditemukan jejak pada leher yang melingkar secara penuh, tali pengikat merupakan seutas ikat pinggang dan permukaan ikat pinggang tercetak di permukaan kulit leher korban, maka ikat pinggang tersebut yang menjerat leher korban,” Ujar Kapolres membacakan isi surat pemeriksaan jenazah.

Lanjut Kapolres, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam ataupun tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul lainnya pada tubuh korban, ditemukan tanda mati lemas, dari pemeriksaan dalam atau otopsi ditemukan tanda mati lemas berupa bintik perdarahan pada jaringan otak, ditemukan luka memar pada tulang rawan leher tepat dibawah jejas jerat, tidak ditemukan kerusakan atau kelainan pada organ dalam tubuh korban lainnya.

“Disimpulkan korban meninggal dunia akibat gagal nafas sebab pasti kematian adalah gagal nafas akibat jeratan pada leher yang mengakibatkan tertutup nya saluran napas dan saluran darah bagian leher hingga pernapasan berhenti demikian juga perdarahan pada otak berhenti,” Jelas Kapolres membacakan hasil surat pemeriksaan jenazah tersebut.

Sementara itu Polda Papua juga telah mendatangkan 2 anggotanya dari Bid Propam ke Biak untuk menjaga independensi dari penyidikan kejadian ini. Pihak polres juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 17 anggotanya yang jaga pada hari kejadian tersebut.

“Untuk pemeriksaan kita tinggal merampungkan saksi ahli dan juga hasil visum serta otopsi dari RSUD Biak Numfor, setelah itu akan kita sidangkan dalam sidang internal atau sidang disiplin, tidak lama lagi,” Ucap Kapolres.

Kapolres Biak Numfor menghimbau Untuk semua masyarakat Biak Numfor apabila mendengar/membaca berita yang belum jelas kebenarannya jangan dulu disebarluaskan akan tetapi langsung diklarifikasi ke pihak yang berwajib, agar tidak memicu konflik.

“Jika mendengar segala sesuatu yang perlu di klarifikasi, langsung klarifikasi dulu jangan langsung diteruskan/disebarluaskan, jangan sampai terjadi konflik horisontal atau konflik lainnya, mari kita jaga kedamaian dan persatuan agar situasi tetap kondusif,” Kata Kapolres

Kapolres menambahkan, Polres Biak Numfor saat ini juga sedang menelaah beberapa penyebaran berita di salah satu media online yang menyebarkan berita bohong, “Media yang menyebarkan berita bohong akan kita laporkan/diproses, sesuai dengan undang-undang yang ada, karena kalau dibiarkan saja ini akan jadi suatu kebiasaan jadi harus ada efek jera,” Pungkas Kapolres.(red/rin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.