Kakanwil Kemenag Papua Barat Imbau Tugas Guru Jangan Hanya Beri Catatan Saja

Kakanwil Kemenag Prov Papua Barat, Drs. Urbanus Rahangmetan, M.Ph. saat menyampaikan sambutan.

Lensapapua – Dengan mencermati berbagai persoalan yang sering-sering terjadi, dimana terkadang sang guru datang ke sekolah melimpahkan pekerjaannya kepada anak didik. Dalam hal ini ketua kelas untuk mencatat mata pelajaran yang diajarkannya, tanpa ada alasan yang jelas sang pendidik ini enggan memberikan pelajaran yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.

Dengan kejadian seperti itu, Kakanwil Kemenag Papua Barat Drs. Urbanus Rahangmetan, M.Th, mengimbau agar tugas guru jangan hanya beri catatan saja kepada anak didik. “Pengalaman pahit seperti ini jangan sampai terus terjadi, dan cara seperti ini bagaimana pendidikan kita mau berkualitas,”tegas Urbanus, di Aimas, Selasa (1/9).

Jadi pada intinya, melalui perubahan kurikulum tahun 2013 ini, baik para guru maupun siswa harus lebih proaktif dalam mengembangkan potensi diri. Sehingga semuanya sama-sama maju, jelasnya.

Saya melihat sepintas terkait dengan penerapan kurikulum, dimana perbedaan yang mendasar ada pada sistim penilaian. “Pada sistim kurikulum yang sebelumnya hanya menitikberatkan kepada pengetahuan, tapi melalui kurikulum tahun 2013 dia lakukan penilaian pada semua aspek,”aku Urbanus.

Penilaian semua aspek dimaksud, baik dari aspek pengetahuan,sikap perilaku yang semuanya dinilai. Makanya sang pendidik harus mampu memahaminya dengan baik dan benar apa yang diterapkan dalam kurikulum 2013 tersebut, pintanya.

Jadi sitim penilaian harus diperhatikan secara menyeluruh. “Jangan terkesan hanya separuh saja dalam memberikan suatu penilaian kepada anak didik,”ingat Kakanwil Kemenag Urbanus Rahangmetan.

“Kita tidak perlu bicara lebih jauh masalah pengetahuan. Tapi yang perlu kita titikberatkan dari aspek perilaku anak didik,”kilahnya.

Contohnya saja, jika anak didik peroleh nilai C dalam sikap atau perilakunya, maka sudah jelas sang anak identik dengan nakal. Artinya, murid tersebut tidak dengar-dengaran kepada pendidiknya, dan justru hal seperti ini bagaimana sikap seorang guru untuk membimbing dan terus mengarahkan anak didik tersebut, terkait dengan perilaku merupakan tugas kita bersama, tutupnya. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.