Data Program Masing-Masing SKPD Sangat Penting

banner 120x600
banner 468x60

Ir. FB.Didiek Santosa.

Lensapapua – Data program dari masing-masing SKPD sangat dibutuhkan, dimana dari satuan kerja tersebut mempunyai IKU (Indikator Kinerja Utama) diturunkan menjadi  indikator kinerja kegiatan.

banner 325x300

Dengan data programnya menyediakan data gender atau dama dengan data terpilah,  baik laki-laki dan perempuan dan apapun variabelnya atau  apapun  karakteristiknya sesuai dengan tugas dan fungsi dari masing-masing SKPD.

Demikian disampaikan Kabid Analisis dan Penyajian Informasi Gender, Deputi Bidang  Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, FB. Didiek Santosa, di Aimas, Rabu (13/5).

Dalam  data terpilah yang mencakup  data pelaku, data pembangunan, data penerima manfaat dan data dukung. Harapan kami data terpilah  statistik dasar  yang ada di  BPS, statistik sektoral dan statistik khusus itu muncul.

Jadi yang paling mudah adalah ketika para perencana pengumpul  data ke tingkat pengola quisuiner ada laki dan perempuan, tapi pada saat dipublikasi itu kadangkala netral gender tidak perspektif gender itu tidak dipublikasikan.

Harapannya,  dalam publikasi muncul lagi data laki dan perempuan, sesuai dengan kebutuhan dari analisis yang ingin didapatkan,  katanya.

Kita hal ini akan mendukung terkait dengan Inpres Nomor 9 tahun 2000 dan Kepmendagri Nomor 67 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarustamaan Gender di Daerah, melalui percepatan PPRG (perencanaan penganggaran yang responsif gender).

Kita perlu memberikan kesadaran tentang perspektif gender semua harus bersinergi. Artinya, minimal kita dari SKPD yang menyusun persediaan data itu tahu skala prioritas apa yang harus dilakukan, ujar Didiek.

Skala prioritas  perencanaan atau intervensi apa program yang ada di daerahnya. Saya rasa selama datanya valid tidak perlu untuk coret-mencoret, jadi skala prioritas itu penting, katanya.

Bisa saja terjadi coret-mencoret bisa saja karena ketidaktahuan atau mungkin saja ada  skala prioritas yang tidak perlu dilakukan.

Ketika ditanya awak media melalui pelatihan gender dan anak ini apakah peserta bisa mengimplementasikannya. Kembali Didiek, menjelaskan, bahwa output dari kegiatan yang kita laksanakan hari ini mereka (peserta)  untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan.

Dalam pelatihan ini kita sudah  ajarkan bagaimana pengetahuan tentang  pengelolaan data yang dimulai mengumpul, mengola, menyajikan, analisis ditambah ketrampilan mengola data data dengan software dan lainnya, dengan harapan bagaimana menambah pemahaman dan ketrampilan.

Outcame dari kegiatan ini, dengan harapan mereka bisa menyiapkan ketersediaan datanya. Termasuk kevalidan data sesuai dengan data yang dibutuhkan, dan dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan perencanaan  yang responsif gender, tandas Dediek. (rim/Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.