Bina Mental Spiritual Aparatur Melalui “Camp Pria Sejati”

Hermanus Rumwaropen

Lensapapua–  Camp Pria Sejati yang dilaksanakan selama 3 hari (2-4 Oktber 2014) dihotel Handayani Aimas, adalah ide dari pemerintah daerah Kabupaten Sorong melalui satu persekutuan kaum bapa/ibu yang beragama Kristen, dan ini merupakan gambaran dari pada misi pemerintah daerah Kabupaten Sorong yang oleh Bupati dan Wakil Bupati, salah satu dari misi tersebut adalah membina mental aparatur untuk bisa menjadi aparatur yang bisa melaksanakan tugas dengan baik, kata H.Rumwaropen,SH.MH.Ka.Disnakertrans, mewakili pemerintah daerah Kabupaten Sorong. 04/10.

Adapun tujuan dari pada kegiatan ini ialah, disamping memulihkan hubungan antara suami istri dalam rumahtangga agar bisa taat pada ajaran Tuhan, ketika hubungan antara suami istri itu bisa berjalan baik, maka segala tugas-tugas yang ada dikantor akan dapat dilaksanakan dengan baik, dan kinerja meningkat serta tugas pelayanan kepada kemasyarakatan, pembangunan dan pemerintahan juga akan berjalan dengan baik pula, berarti dalam hal ini kita juga sudah membantu pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang sudah ditetapkan, jelasnya.

Diakuinya bahwa kegiatan seperti ini baru pertama kali dibuat oleh Pemkab Sorong, dengan 3 Modul yakni modul I angkatan I, kedepan kita akan tambah lagi modul I angkatan ke II dan selanjutnya, karena melihat tingkat kehadiran peserta ini banyak dari Esalon IV dan juga para staf, kami juga akan konsultasikan hal ini kepada Bupati agar kedepan bisa dilaksanakan bagi Esalon II dan Esalon III, imbuhnya.

Adapun hasil yang kami lihat dari pelaksanaan kegiatan ini adalah, ketika pasangan suami istri-bisa hadir secara bersama-sama, tampak terlihat adanya perubahan yang cukup besar dengan para suami yang memberikan setangkai bunga kepada istri atau pasangannya masing-masing seraya mencium dan memeluk istrinya, ujar Rumwaropen.

Meskipun ini masih tahap awal, akan tetapi sudah mulai terlihat adanya perubahan,pemulihan dari pada mental para peserta itu sendiri, dengan harapan ketika para peserta tersebut sudah kembali kedalam rumahtangga nya masing-masing, diharapkan mereka bisa melakukan hal ini dalam kehidupan nya masing-masing, dari segala apa yang dilakukan yang tidak berkenaan dimata Tuhan harus ditinggalkan dan berubah lebih baik lagi sesuai dengan ajaran Tuhan, pungkas Rumwaropen. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.