Published On: Rab, Feb 17th, 2016

Atasi Kebutuhan Konsumen PT. IRJA Kasim Petrogas & Disperindag Kabupaten Sorong Gelar Penjualan Gas Elpiji 12 Kg

Sutardjo (pakai kacamata hitam)

Lensapapua–  Mewakili  kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sorong, Sutardjo Pongtuluran , S.Sos.,MM., Kasie  pengawasan, mengemukakan bahwa saat ini terjadi kelangkaan Gas Elpiji ukuran 12 Kg didaerah Kota dan Kabupaten Sorong.

Penyebab kelangkaan tersebut dikarenakan adanya penghentian produk Elpiji, pada Elpiji Botling Plan di Perusahaan PetroChina Internatinaol (Bermuda) Ltd, yang saat ini telah beralih atau telah dikelola  perusahaan Petrogas, kontrak antara Pertamina dengan PetroChina telah berakhir, ujar Sutardjo di Alun-Alun Aimas, Rabu (17/2)

Sehubungan dengan hal ini pihak Pertamina mengalihkan suplay poin dari Sorong ke Surabaya, berkenaan dengan itu sehingga  persediaan Gas Elpiji yang selama ini cukup melimpah karena Sorong sebagai daerah produksi Gas Elpiji lalu dikirim ke Surabaya, sehingga pengiriman dari Surabaya kembali ke Sorong tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama,  tentunya juga akan menambah cost atau kenaikan harga dari Gas Elpiji tersebut, beber Sutardjo.

Salah satu karyawan PT. IRJA Kasim Petrogas yg sedanag menurunkan tabung gas Elpiji.

Akibat dari kelangkaan ini sehingga pemerintah daerah Kabupaten Sorong berupaya untuk bagaimana bisa mendapatkan Gas Elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik dikota Sorong maupun di Kabupaten Sorong.

Melihat kenaikan harga Gas Elpiji yang sangat signifikan,  menurut hukum ekonomi jika permintaan barang lebih besar dari pada persediaan sock maka tentu harga akan menjadi naik, oleh sebab itu pemerintah daerah melalui Disperidag berusaha agar harga Gas Elpiji tersebut bisa dijangkau oleh masyarakat atau konsumen, papar Sutardjo.

Lanjut dikatakan Sutardjo, kenaikan harga Gas Elpiji saat  ini sudah sangat gila-gilaan, dimana yang sebelumnya harga isi ulang Gas Elpiji 12 Kg hanya berkisar Rp. 180 ribu, kini mencapai Rp. 350-400 ribu/tabung, bahkan ada yang menjual hingga 800 ribu/tabungnya, itupun terkadang barangnya tidak ada, ungkapnya.

Oleh karena itulah kata Sutardjo, pihaknya berupaya membuat satu kerjasama dengan agen Elpiji dalam hal ini perusahaan PT. IRJA Kasim  Petrogas, dan  kerjasama ini telah membuahkan hasil, sehingga selama dua hari ini kami sudah berhasil menjual isi ulang Gas Elpiji seharga Rp. 270 ribu/tabung.

Hari pertama (Selasa 16/2) kami menjual 100 tabung isi ulang Gas Elpiji, dan hari ini (Rabu 17/2)  persediaan hanya  tersisa 40 tabung, kegiatan seperti ini kata Sutardjo melihat situasi saja, jika memungkinkan pihaknya akan terus melakukan hal seperti ini, yang pasti kami harus menunggu pengiriman dari Surabaya terlebih dahulu, ujarnya.

Ditambahkan Sutardjo, penjualan Gas Elpiji yang saat ini dilakukan tidak akan diumumkan secara meluas, karena dikhawatirkan jangan sampai disalahgunakan para pedagang atau pengecer, penjualan Gas Elpiji selama dua hari ini hanya melayani sektor rumahtangga saja, tetapi kedepan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menyediakan Gas Elpiji yang lebih banyak lagi supaya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat yang ada didaerah ini, pungkas Sutardjo.  RED

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>