Kisah Di Balik Pesona Gua Mata Air Kampung Urfu Disrik Yendidori Biak Numfor

Lensapapua, Satu lagi objek wisata di Kota Karang panas Biak Numfor yang bisa membuat setiap orang terpesona saat melihatnya, yaitu objek wisata alam gua urfu yang berada di desa kecil yang terletak sekitar 22 kilometer di Sebelah Barat Kota Biak Numfor.

Objek wisata Gua mata air ini, terlihat mempunyai potensi yang bagus untuk di eksplore ke masyarakat luar, Gua ini kemudian di telusuri oleh Lettu Laut (K) Musman Saad beserta Tim Potmar (Potensi Maritim) Lanal Biak pada saat mengadakan peninjauan lokasi penangkaran Ikan di daerah tersebut.

Berdasarkan informasi dari masyarakat kampung bahwa ada sumber mata air berupa terowongan kecil yang alirannya tembus ke laut melewati bebatuan bawah tanah, menurut isu yang beredar belasan tahun lalu pernah dimasuki oleh seorang pilot asing, namun dari masyarakat setempat belum ada keterangan lebih lanjut maupun saksi yang memperkuat tentang kondisi terowongan yang dimaksud.

Merasa Penasaran tentang terowongan tersebut, Lettu Laut (K) Musman Saad pun nekat menyelam, tentunya dengan perlengkapan menyelam yang safety, ia pun masuk menelusuri celah bebatuan beserta 3 anggota Saka Bahari binaannya dan 2 orang masyarakat setempat, Minggu (31/3/2019), bertepatan dengan HUT Komando Pasukan Katak TNI AL

“Saya terpanggil untuk menelusuri terowongan sumber mata air karena saya penasaran dengan cerita masyarakat setempat mengenai informasi yang terkesan “nanggung”, katanya pernah ada masyarakat yang ikut menemani Pilot asing itu masuk terowongan mata air belasan tahun lalu namun sudah meninggal dunia, masih penasaran maka saya telusuri, karna tidak ada yang tahu informasi detail lagi di sana,” ungkap Pria asal Enrekang, Desa Pinang, Sulawesi Selatan ini.

Musman menceritakan sepanjang perjalanan timnya memasuki terowongan, mereka menemukan berbagai sampah jenis plastik yang tersangkut di celah bebatuan, dengan dasar air yang kedalamannya bervariasi mulai dari 1,5 – 5 meter, hal ini membuat mereka harus ekstra hati-hati karena akan menjelajahi terowongan – terowongan sempit dengan ruang gelap dan medan yang dilewati sekelilingnya berupa karang tajam.

“Tidak disangka sekitar 15 menit perjalanan kami sudah melihat cahaya terang diujung terowongan menandakan kami sudah hampir sampai, hal ini di luar dugaan kami yang memperkirakan perjalanan bisa lebih lama, mungkin dikarenakan debit mata air yang keluar lebih sedikit dan kondisi air laut yang surut di saat kami masuk, Yang jelas kami bersyukur semuanya selesai dalam keadaan aman menyusuri gua yang panjangnya sekitar 150 meter ini” sambung Perwira TNI AL Biak tersebut.

Pasca penelusuran itu, dirinya beserta tim menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat akan diberi nama apa objek wisata baru yang belum diketahui banyak orang tersebut, dengan harapan kedepan potensi lokasi ini bisa dikelola dengan baik oleh pihak Kampung, Dinas Pariwisata atau stakeholder terkait dalam memajukan sektor Pariwisata di wilayah tersebut sehingga berdampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.

Sementara itu, salah satu ketua kelompok nelayan setempat, Hendrik Dimara, yang juga ikut dalam eksplorasi objek wisata baru itu berharap pemerintah daerah bisa menjadikannya sebagai momentum untuk pengembangan pariwisata.

“Selama ini kita dikenal sebagai salah satu kampung basis budi daya ikan, kedepan kita juga mau seperti kampung – kampung lain yang punya destinasi pariwisata sendiri seperti kampung Adoki, Padwa dan Samber, supaya orang yang datang ke kampung Urfu selain berwisata bisa sambil bakar ikan atau beli ikan hasil budi daya masyarakat kampung,” tutup Hendrik diselingi tawa. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.