Pertahankan Sagu Sebagai Kebutuhan Pangan Subsider Secara Nasional

banner 120x600
banner 468x60

Fhoto Ilustrasi (3)

Lensapapua–  Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan menyiapkan lahan 300 Hektare tanah untuk pertanian padi dan lebih dari 600 hektare untuk tanaman Hortikultura,

banner 325x300

penyiapan lahan dengan luas 300 hektare untuk pertanian jenis tanaman padi dan 600 hektare tanaman hortikultura untuk keladi, dan berbagai jenis ubi lainnya tersebut dimaksudkan sebagai upaya ketahanan pangan daerah sehingga masyarakat akan dengan mudah mendapat bahan pangan pokok sebagai unsur utama mencukupi kebutuhan energy.

Dikatakan Kepala dinas pertanian sorong selatan, Yonathan Thesia, pemerintah selalu berusaha secara maksimal memberikan dukungan dalam penyiapan lahan-lahan potensial untuk menjaga ketahanan pangan, sehingga pemenuhan terhadap gizi masyarakat dapat terealisasi secara baik.

Selain tanaman padi, dan juga tanaman ubi-ubian yang sudah di upayakan pemerintah daerah selama ini, pemerintah juga mengalokasikan beberapa ribu hektare lahan untuk mengembangkan produksi sagu sebagai bahan pangan mengandung karbohidrat lainya.

Pemerintah Daerah Sorong selatan dipercaya pemerintah pusat untuk mempertahankan sagu sebagai kebutuhan pangan subsider secara nasional.

Sejauh ini, masyarakat yang hidup di papua sudah mulai terlupakan dengan sagu sebagai salah satu bahan pangan potensial ditanah papua, dan beralih untuk mengkonsumsi beras sebagai bahan pangan utama,padahal produksi sagu yang ada di papua masih terbilang cukup besar, sehingga masyarakat perlu membiasakan kembali untuk mengkonsumsi sagu sebagai pangan utama di papua.

Sebagai daerah berpenghasilan sagu cukup besar, pemerintah pusat, kata kepala dinas pertanian sorong selatan, Yonathan Thesia, saat ini sorong selatan dipercaya untuk mempertahankan keberadaan sagu sebagai sumber pangan bagi masyarakat papua, dan diharapkan support yang diberikan akan semakin mengembangkan usaha sagu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

Selain ada perusahaan yang mengolah sagu, perhutani -badan usaha milik negara juga melakukan usaha-usaha untuk mengolah dan memproduksi sagu, sehingga dengan upaya yang dilakukan diharapkan memberikan dampak bagi masyarakat.

Yonathan Thesia juga berharap dengan dukungan pemerintah baik dari pusat hingga daerah, masyarakat tetap mengkonsumsi sagu yang diolah dengan berbagai menu, sehingga sagu akan tetap menjadi makanan khas, makanan pilihan bagi masyarakat papua. (Yudi/Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.