Pengobatan Aritmia Sepenuhnya Dijamin JKN-KIS

Ety Nuryati.

Lensapapua –  Muh. Nur Zidik seorang pelajar Sekolah Dasar yang baru pertama kali merasakan manfaat Kartu JKN-KIS sejak usia belianya. Zidik yang ditemani sang ibu disalah satu Rumah Sakit besar di Sorong menceritakan pengalaman pertamanya yang diwakili oleh ibunda kepada Tim Jamkesnews.

 

Cerita Eti Nuryati (56), anak saya awalnya merasakan jantungnya berdebarnya tidak teratur, awalnya kami fikir hanya karena kecapean atau bagaimana dan mungkin hanya sementara, tapi semakin lama saya khawatir, akhirnya saya membawanya periksa di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang kami daftarkan, dengan modal yakin dengan Kartu JKN-KIS kamipun memeriksa jantung Zidik.

 

“Karena dari FKTP setempat merasa perlu dilakukan tindakan dengan kelainan jantungnya, kamipun diberi rujukan ke Rumah Sakit Sele Be Solu, tapi dokter jantung di sana kebetulan sedang tidak ada.

 

Kamipun dirujuk lagi ke dokter jantung di Rumah Sakit Pertamina ini. Alhamdulillah selama kami melakukan pemeriksaan, tidak ada sepeserpun biaya yang kami keluarkan hanya dengan modal kartu JKN-KIS ini,” lanjut sang Ibu.

 

Eti selaku sang ibu dari Zidik ini mengaku bahwa, sangat khawatir dengan kemungkinan bahwa anaknya mengalami gangguan irama jantung (Aritmia).

 

Dengan melihat umur sang anak yang masih belia, ia merasa bahwa Zidik masih terlalu muda untuk merasakan sakit, ia pun berharap agar gejala yang sangat anak rasakan bisa diatasi dengan cepat dan baik agar tidak menimbulkan penyakit lainnya.

 

Aritmia adalah penyakit gangguan irama jantung yang disebabkan oleh abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung. Berdebar sebagai salah satu gejala umum Aritmia tak terbatas pada denyut jantung yang cepat. Berdebar di sini juga berarti denyut jantung yang tidak teratur, melambat, terasa lebih kuat, atau bahkan terasa sakit di dada. Setidaknya, 41% pasien yang mengeluh berdebar terbukti memiliki aritmia.

 

“Alhamdulillah dengan kartu JKN-KIS, kami bisa dengan yakin pergi memeriksakan keadaan anak saya tanpa harus memikirkan biaya pemeriksaan serta obat yang akan diresepkan, kedepannya jika memang dari hasil pemeriksaan dari dokter jantung ini mengharuskan ada tindakan medis lainnya, Insyaallah kami tabahkan diri untuk kuat, tapi saya pun berharap semoga hasilnya tidak parah,” tutur Eti.

 

“Karena adanya kartu JKN-KIS ini , jaminan kesehatan untuk Zidik sejak usia belia, kami tidak perlu lagi memikirkan biaya untuk pengobatannya, saya berharap agar Program JKN-KIS ini akan selalu ada dan terus membaik kedepannya,” tutupnya sambil tersenyum. (Red-TR/ws)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.