Pendampingan Ekonomi Belanda (PUM) Ingin Bantu Usaha Kecil Di Kabupaten Sorong

Bupati Sorong bersama Mr. Jhon W Serbrock dan penerjemah. Dok/red
Bupati Sorong bersama Mr. Jhon W Serbrock dan penerjemah. Dok/red

Lensapapua– Pendampingan ekonomi dari Belanda (PUM)yang dibiayai  oleh Kementerian dari Negara kincir angin tersebut ingin membantu usaha kecil di Kabupaten Sorong untuk hal-hak yang berhubungan dengan usaha-usaha ekonomi maju ke depan, ujar Bupati Dr. Stepanus Malak, M.Si, usai mendampingi kunjungan Mr. Jhon W Serbrock (Country Coordinator Indonesia), yang berlangsung di Aimas, Jum’at (8/4).

Yang akan PUM dampingi, misalnya masalah manajemen keuangan, manajeman produksi, manajemen dalam pemasaran, manajemen dalam kualitas produksi, dan bagaimana memilih barang produk yang mempunya nilai bisnis, ujar Malak.

Jadi yang mereka harapkan bagaimana usaha kecil ini bisa bermitra dengan berbagai usaha yang berskala besar bisa saja sebagai subkontraktor, sehingga suatu saat usaha itu akan semakin besar.

Dengan kedatangan Mr Jhon sebagai tenaga pendamping PUM ini  untuk memberi berbagai pengetahuan dan lainnya. Bahkan Oktober nanti mereka akan datang lagi untuk mengetahu hal apa saja yang kita butuhkan, jelas Bupati Malak.

PUM sendiri banyak memiliki tenaga ahli sesuai bidang kerjanya mereka. Jika butuhkan tenaga pendamping yang menangani masalah pertanian, peternakan, perikanan, dan lain sebagainaya maka mereka akan kirim tenaga itu untuk dampingi hingga usaha itu bisa berkembang.

Upaya seperti ini perlu kita sambut positif. Tugas mereka terus memberi pendapingan bagaimana usaha masyarakat bisa maju.

“Sebenarnya kita di sini (Kabupaten Sorong) masih lemah dalam hal untuk membangun suatu ekonomi yang kuat. Kembali ia mengutip apa yang disampaikan Mr John tadi bahwa kita memiliki banyak potensi, dan hanya kita belum mengerti masalah pasar, manajemen serta lainnya dinilai masih lemah,”akunya.

“Komitmen mereka (PUM) ingin kita berhasil.” Kita tidak membayar mereka, dan hanya saja kita menyiapkan makanan, penginapan dan biaya transportnya saja untuk mendukung kegiatan itu,” jelas Malak.

Hal lain yang menjadi contoh nyata, seperti dari UNICEF terus mendampingi masyarakat kita di bidang kesehatan dan pendidikan, dan hasilnya cukup memuaskan. Bagaimana mereka mendidik anak kita agar bisa jadi cerdas hanya melalui pembinaan pendidikan yang baik, mulai sang ibu itu kapan dia hamil hingga kapan pula ibu itu melahirkan dan  prosesnya sepeti apa itu mereka berikan latihan,tutupnya. RED

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.