Pemkab Sorong Siapkan Anggaran 1 M Untuk Penanganan Masyarakat Yang Tidak Tercover Dalam BPJS Kesehatan

Kepala dinas kesehatan Kabupaten Sorong. Dr. Roney Kalesaran
banner 120x600
banner 468x60
Kepala dinas kesehatan Kabupaten Sorong. Dr. Roney Kalesaran

Lensapapua –  Pemerintah Kabupaten Sorong melalui RSUD Jhon Pi Wanane menyiapkan anggaran 1 Milyar setiap tahunnya untuk membantu penanganan masyarakat yang sakit yang belum tercover dalam kepesertaan BPJS kesehatan.

 

banner 325x300

Hal ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mencegah masyarakat yang mengalami sakit kemudian  memerlukan perawatan atau evakuasi keluar daerah dan tidak mempunyai biaya.

 

Meskipun saat ini sebagian besar masyarakat Kabupaten Sorong sudah tercover dalam kepesertaan BPJS, akan tetapi masih ada sebagian kecil yang belum tercover, ujar kepala dinas kesehatan Kabupaten Sorong, Dr. Roney Kalesaran. Selasa (31-01/23)

 

Walaupun Kabupaten Sorong sudah masuk dalam Universal Health Coverage (UHC) dimana diatas 98% masyarakat sudah masuk dalam keanggotaan BPJS, sehingga dibuka istilahnya oven Flac, artinya semua masyarakat yang sakit dapat mengurus kepesertaan dan aktif saat itu juga, beber Roney

 

Akan tetapi di BPJS kita harus ada catatan artinya masyarakat yang sedang sakit tersebut harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) nah ketika ada masyarakat yang membutuhkan perawatan dan belum memiliki KTP maka kita akan menggunakan dana tersebut, ungkapnya

 

Ada dua cara jika masyarakat mau berobat ke Rumah Sakit, yang pertama harus ada rujukan dari Puskesmas atau dokter praktek, kemudian cara yang kedua kalau kasus kasus darurat tidak perlu rujukan, bisa langsung ke UGD (Unit Gawat Darurat) dan anggaran itu juga lah yang akan dipergunakan. Dengan syarat harus masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Sorong.  Imbuhnya

 

Menurut Roney, upaya seperti ini telah dilakukan pemerintah Kabupaten Sorong selama 3 tahun ini, pada tahun pertama anggaran tersebut terserap sebesar lebih kurang 5 ratus juta, kemudian pada tahun kedua ini karena tahun 2022 baru berakhir jadi laporan dari direktur RSUD belum kami terima. Pungkasnya. Red

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.