Pemerintah Wajib Menjaga Stabilitas Pangan Aman.

Lensapapua – Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan, Sutriono Edi hadir dalam Rapat Koordinasi dan Identifikasi Harga Bapok menjelang HBKN di Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (26/4), mengatakan, Sudah menjadi tugas Pemerintah untuk memantau dan menyosialisasikan bahwa pasokan Bahan Makanan Pokok (Bapok) tetap aman.

” Jadi, apa yang dijalankan Kemendag itu sesuai dengan mandat yang diberikan Presiden. Kemendag bersama Satgas Pangan dan Pemda akan melakukan pengawasan harga di pasar rakyat untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan harga yang telah ditetapkan Pemerintah,”Ujar Sutrino kepada awak media.

Sutriono Edi menyampaikan agar seluruh instansi dapat bekerja sama menjalankan kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) beras untuk pasar tradisonal, toko swalayan, dan tempat penjualan eceran lainnya sesuai Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.

“Pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama berupaya menjaga stabilisasi harga bahan pokok menjelang bulan puasa,” Tegasnya.

Sutriono Edi Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar, Kapusdiklat Perdagangan Julia Gustaria, beserta jajaran Pemda Provinsi melakukan kunjungan ke Pasar Wosi Manokwari, Distributor PT Makmur Perkasa, Gudang Bulog, Ritel Modern Hadi Swalayan dan Pelabuhan Manokwari. Berdasarkan hasil pantauan stok beras di gudang Bulog Sub Divre Manokwari mencapai 2.000 ton dan untuk stok gula sebesar 620 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan tiga bulan ke depan. Pada kunjungan tersebut, diingatkan agar para pelaku distributor barang kebutuhan pokok wajib memiliki Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok sesuai dengan ketentuan Permendag Nomor 20/M-DAG/PER/3/2017. Disampaikan juga agar penjual di pasar rakyat maupun pasar ritel modern untuk mencatumkan harga pada tiap jenis bapok yang dijual.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat, sehingga para Ibu bisa tersenyum dan masyarakat dapat tenang dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri 1439 H,”Tukasnya. (RED)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.