KKP Terus Lakukan Pendampingan di Kalamo Samber Binyeri, Tingkatkan Pendapatan Nelayan 

KKP Terus Lakukan Pendampingan di Kalamo Samber Binyeri, Tingkatkan Pendapatan Nelayan 

banner 120x600
banner 468x60
Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan, Trian Yunanda.

Lensapapua, Biak – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) berharap Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Samber-Binyeri Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor Papua terus berkembang dan semakin meningkatkan pemberdayaan ekonomi bagi nelayan setempat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Trian Yunanda saat melakukan kunjungan bersama tim KKP di Kampung Nelayan Modern Biak, Senin (03/06/2024).

banner 325x300

Dikatakan bahwa rencananya hari ini ada agenda Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk datang langsung ke Kalamo Binyeri Biak namun tertunda karena masalah teknis tranportasi.

“Memang rencana Bapak Menteri KKP ingin sekali hadir langsung disini namun hari ini masih tertunda, kita harapkan nanti bisa terjadwal lagi pak menteri bisa datang langsung dan melihat bahwa kalamo biak ini sudah berjalan, karena beliau menyampaikan seluruh fasilitasi yang telah di bangun disini tidak boleh mangkrak atau harus beroperasi,”Ungkapnya.

Fasilitas Kalamo Binyeri Biak dibangun oleh KKP dengan total dana sebesar 21.6 Miliar dan telah di resmikan pada 23 November 2023 lalu oleh Presiden Jokowi dan hingga saat ini pihak KKP dan Dinas Perikanan setempat terus melakukan pendampingan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan.

“Seperti yang kita lihat bersama Kalamo Biak sudah beroperasi, sudah sangat modern karena dibangun dengan sejumlah sarana prasarana perikanan yang lengkap seperti cold storage, SPBU, dok galangan kapal, gudang penyimpanan, sentra kuliner, pelabuhan perikanan dan fasilitas lainnya, ya sehingga diharapakan pendapatan nelayan disini perlahan bisa terus meningkat, “Ujarnya.

Trian mengatakan saat ini para nelayan bisa langsung menjual hasil tangkapan mereka melalui Koperasi Nelayan Samber Binyeri Maju yang berkapasitas 10 Ton yang bisa menampung seluruh ikan hasil tangkapan nelayan. “Dengan adanya Koperasi Nelayan ini bisa memudahkan serta menghemat waktu para nelayan untuk menjual hasil tangkapan ikannya, jadi mereka tidak perlu jauh-jauh membawa ikannya ke pasar ikan fandoi lagi ikan bisa lngsung di beli oleh koperasi nelayan disini dengan harga yang bagus”Jelasnya.

Trian mengungkapkan bahwa pihak KKP akan terus memberikan pendampingan dan dukungan bagi Kalamo Binyeri Biak sehingga kedepan pendapatan nelayan terus meningkat dan Kalamo Binyeri bisa menjadi percontohan bagi daerah lain karena rencananya KKP akan ada Program untuk membangun 10 Kalamo di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor, Effendi Igirisa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor Effendi Igirisa menyampaikan bahwa saat ini Gudang Beku Kalamo Binyeri sudah mulai berlakukan pembelian ikan dari nelayan setelah adanya kerjasama Koperasi Nelayan Maju Deng PT Perikanan Nusantara Jaya dan saat ini stok ikan yg ada di cold storage sejumlah 4 Ton.

“Ini semua kemajuan yang sudah dilakukan di Kalamo dimana saat ini sudah ada pembeli yang siap membeli ikan hasil tangkapan nelayan melalui Koperasi Nelayan, saya yakin pasti secara perlahan ini bisa semakin meningkat sehingga perekomian nelayan juga akan lebih sejahtera,”Ujarnya saat mendampingi kunjungan Tim Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kadis Perikanan Provinsi Papua Iman Djuniawal di Kampung Nelayan Monderen (Kalamo) Samber-Binyeri.

Nelayan Setempat, Ortisan Moekbun.

Dalam kesempatan ini juga, salahsatu Nelayan setempat Ortisan Moekbun mengaku dengan adanya Kalamo Samber Binyeri ini Ia merasa terbantu karena setelah selesai melaut hasil tangkapannya sudah siap dibeli melalui Koperasi Nelayan yang ada sehingga bisa menghemat waktu dan lebih efisien.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya Koperasi nelayan pendapatan saya bisa meningkat, hasil penjualan ikan saat ini bisa mencapai kurang lebih Rp 1 jutaan perhari bahkan jika hasil tangkapan ikannya banyak bisa lebih dari itu, terima kasih kepada Pemerintah melalui KKP dan Pemerintah Biak Numfor karena sudah membangun Kalamo Samber-Binyeri di Biak Numfor ini,”Pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.