Alasan Susun RAB Konsultan Sunat Dana Kampung Rp. 10 Juta Selama 3 Tahun

Lensapapua, Dana kampung/Desa yang merupakan amanat UU nomor 6 Tahun 2014 dengan maksud dan tujuan untuk meringankan beban daerah tertinggal terdapat keganjalan di Kabupaten Tambrauw, Kamis (14/9/2017).

Yusak Rumabar Kepala kampung Sauoriyan, membenarkan hal ini. Menurutnya,kejanggalan tersebut terjadi pada pemotongan Rp. 10.000.000 perkampung dari 216 kampung di 29 distrik, ini sudah berlangsung sejak 2015 dan di samaratakan untuk seluruh kampung dengan alasan untuk pembuatan laporan sekaligus pembuatan rancangan anggaran biaya (RAB).

Yusak rumabar menambahkan sebelumnya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu soal maksud dari pemotong tersebut.dan untuk tahun 2017 tahap ke 2 ini, akan dipotong lagi 15 juta perkampung dengan alasan akan dilakukan untuk peningkatan kapasitas aparat kampung.

“Mereka cuma bilang, akan di potong untuk pembuatan laporan,
pemotongan itu sangatlah besar sehingga berakibat pada kurangnya anggaran ketika membuat perencanaan dan pembangunan,
Selain pemotongan 10 juta ditahap pertama, ditahap kedua alokasi dana kami juga akan di potong lagi 15 juta katanya untuk peningkatan kapasitas aparat kampung.”Jelas Yusak Rumabar.

Zakeus Rumansara Kepala Dinas Pemberdayasn Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Tambrauw saat dikonfirmasi mengatakan, pemotongan 10 juta itu dilakukan oleh konsultan bukan dari pihaknya.

Zakeus Rumansara menambahkan pemotongan tersebut digunakan untuk pembuatan laporan pertanggung jawaban setiap kampung, karena sebagaian besar kepala kampung di Kabupaten Tambrauw tidak mampu membuat laporan pertanggung jawaban yang mereka buat.

“Karena sebagian besar kepala kampung di Tambrauw yang tidak mampu buat laporan mereka untuk mempertanggungjawabkan, jadi kami putuskan untuk memakai jasa konsultan dan mereka juga sudah sepakat untuk itu, terus apa yang mereka mau permasalahkan lagi,”Jelas Rumansara.

Pemotongan tahap kedua anggaran 2017,sebesar 15 juta untuk kegiatan peningkatan aparat kampung, Rumansara membenarkan.karena pemotongan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aparat kampung. Yud/red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.