Berita  

DP3AKB Biak Numfor Gelar Rakor Evaluasi Penanganan Stunting 

DP3AKB Biak Numfor Gelar Rakor Evaluasi Penanganan Stunting 

banner 120x600
banner 468x60

Lensapapua, Biak – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga (DP3AKB) Kabupaten Biak Numfor melaksanakan Rapat koordinasi dan evaluasi terkait penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten biak numfor, berlangsung di Aula Hotel Marasi Biak, Selasa (09/07/2024).

banner 325x300

Rapat Koordinasi tersebut di buka oleh Plt Sekda Biak Numfor Zakarias R Mailoa, dihadiri oleh berbagai dinas dan stakeholder terkait membahas kerjasama intervensi dari berbagai pihak di Kabupaten Biak Numfor untuk bersama mengatasi berbagai hal yang menjadi kendala serta menjalankan berbagai inovasi dalam rangka penurunan stunting.

“Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan ini, diantaranya adalah butuh kerjasama intervensi kita semua yang ada di Kabupaten ini supaya apa yang menjadi kendala bisa terselesaikan membantu penurunan stunting,” Ungkap Kepala Dinas DP3AKB Biak Numfor Johanna Naap usai pelaksanaan Rakor.

Menurut Johanna, kerjasama dan intervensi baik dari Dinas Kesehatan, DP3AKB, Kodim 1708/BN, Yayasan Buddha Tzu Chi Biak, TP PKK, Dewan Adat, Kepala Kampung dan lintas sektor lainnya sangatlah penting untuk bersama-sama membantu menurunkan angka stunting.

“Tinggal bagaimana kolaborasi kita untuk bersama-sama intervensi dalam percepatan penurunan stunting ini dengan mengajak ibu hamil rutin ke puskesmas juga dengan bayi di bawah dua tahun (baduta), dan bayi di bawah lima tahun (balita) untuk terus rutin ke posyandu,”ujarnya.

Kadis DP3AKB juga menjelaskan terkait Ojek Stunting yang merupakan salahsatu inovasi yang akan di lakukan dalam pencegahan atau penurunan angka stunting di Biak Numfor. Melalui arahan dalam Rakor ini di disarankan kepada seluruh Kepala Kampung untuk menjalankan inovasi ini supaya anak-anak yang mau ke posyandu tapi terkendala biaya, jarak atau transportasi semua bisa terlayani dengan ojek stunting gratis yang siap untuk mengantar mereka ke posyandu.

“Berdasarkan data, kasus stunting di Kabupaten Biak Numfor mencapai 6,1%, mudah-mudahan dengan adanya kolaborasi dan intervensi dari berbagai pihak terkait serta berbagai hal yang sudah dilakukan maka masalah stunting di biak numfor bisa diatasi dan bisa berkurang,” Pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.