Prosesi Upacara Adat Sirih Pinang Penetapan Lembah Malagufuk Sebagai Tempat Wisata Alam Yang Indah Dipenuhi Burung Cendrawasih

Pelaksanaan upacara prosesi adat.

Lensapapua–   Pemerintah daerah Kabupaten Sorong melalui Asisten III Klass Osok. S.Sos. M.Si.,  melaksanakan acara prosesi adat “sirih pinang” dikampung persiapan Malagufuk pemekaran dari Kampung Malaumkarta Distrik Makbon Kabupaten Sorong. Senin (07/10)

 

Dikatakan Klass Osok, pelaksanaan prosesi adat Sirih Pinang ini dimaksudkan  sebagai tanda permisi kepada para leluhur,  sehingga rencana pembangunan  Lembah Malagufuk yang memiliki potensi  sebagai tempat wisata alam, nantinya tidak ada kendala.

 

Dilembah Malagufuk ini sebagai tempat Sarang burung Cendrawasih dan burung Tawon-Tawon yang sudah sangat langka, sehingga sangat perlu dilestarikan dari kepunahan. Kata Osok.

Prosesi upacara adat Moi Papua

Senada dengan pernyataan Asisten III, kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, LM. Malagam. S.Sos. M.Si., juga menyampaikan, pelaksanaan upacara/prosesi adat Sirih Pinang ini dilakukan untuk 3 marga yakni, marga Kalami Malagufuk, Kalami Gilek dan marga Malasamo.

 

Dengan dilaksanakannya upacara adat ini, yakni terkait rencana pemerintah daerah yang akan memulai pembangun jalan setapak dari dinas Pekerjaan Umum menuju lokasi/kawasan wisata dan pembangunan Homestay, tugu selamat datang dari dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Kata Malagam.

Para tua tua adat marga Kalami suku Moi.

Lanjut Malagam, melihat pesona wisata alam yang begitu indah ditambah dengan lembah Malagufuk sebagai tempat/Sarang burung Cendrawasih, sehingga sangat penting untuk dikembangkan sebagai tempat pariwisata atau tempat wisata alam.

 

Karena dalam kurun waktu 3 bulan ini saja, para wisatawan dalam dan luar negeri sudah hampir 600 orang yang berkunjung kesini. Ungkap Malagam.

 

Menurut Malagam, dengan dilaksanakannya pembangunan wisata alam ini tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Contoh penyerapan tenaga kerja lokal masyarakat setempat sudah pasti, kemudian pengelolaan Homestay nantinya akan bekerjasama dengan masyarakat. Sehingga masyarakat setempat tidak merasa hanya sebagai penonton. Beber Malagam.

 

Selain itu, kita harapkan kedepan prospek wisata alam ini bisa semakin berkembang lebih luas lagi. Sehingga bisa menjadi masukan atau sebagai Penghasilan Asli Daerah ( PAD) yang kesemuanya itu demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sorong.

 

Untuk anggaran pembangunan Homestay lengkap dengan meubelernya dan pembangunan tugu selamat datang menelan biaya sebesar Rp. 2.7 Miliar yang bersumber dari dana Otsus tahun 2019. Dan untuk pembangunan jalan setapak, secara rinci kami kurang tau, karena  itu ranahnya dinas PU. Kata Malagam.

 

Ditambahkan Malagam, realisasi atau pelaksanaan pembangunan ini akan langsung dimulai setelah selesainya prosesi upacara adat Sirih pinang. Dan target selesai hingga 31 Desember mendatang. Pungkas Malagam. Red

 

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.