Pengobatan Massal Program TMMD ke 100, Menyentuh Masyarakat Kp. Iriati.

MANOKWARI,- Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, Tercatat masih menempati urutan pertama penyakit yang di derita masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama Sejak lima tahun terakhir.

Ditengah polemik pengerjaan infrastruktur pasca bencana banjir bandang yang terjadi pada 4 Oktober 2010 lalu, kabupaten Teluk Wondama yang memiliki 13 Distrik, 76 Kampung/Desa, 1 Keluarahan, Kabupaten Teluk Wondama. Ibukota, : Rasiei. Provinsi, : Papua Barat. Luas Wilayah, : 3.959,53 Km². Dengan jumlah penduduk 34.970 Jiwa, Pemda Kabupaten Teluk Wondama masih terus berupaya menggandeng berbagai pihak melakukan perbaikan ekonomi mendasar, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan sisi kesehatan.

Terkait hal ini, Tim kesehatan RI bersama Satgas TMMD ke 100 di Ketua tim kesehatan RI dr. Buyung saat melakukan pengobatan masal bagi Masyarakat kampung Iriati Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama mengapresiasi ratusan warga yang berbondong datang serta rela mengantri untuk memeriksakan kesehatan dirinya, bertempat di lapangan balai kampung Iriati, Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama (Rabu, 24/10/2.17) lalu.

“Antusias warga dalam pengobatan gratis ini mencapai 400-an jiwa. Warga Kampung Iriati dengan rela dan bersabar mengantri untuk pengobatan gratis ini. Sedangkan penyakit yang paling dominan di Kampung Iriati Distrik Wasior Kabupaten Teluk Wondama adalah Malaria, Ispa, asam lambung, Penyakit Kulit, dan beberapa penyakit umum lainnya,”Ujar Buyung.

Dijelaskannya, kegiatan bhakti sosial pemgobatan massal gratis ini dinilai masyarakat sangat baik dan sangat menyentuh mereka. Dimana penyebab meningkatnya penderita ISPA sesuai hasil pemeriksaan, lebih kepada pola hidup sehat yang belum teratur dilaksanakan masyarakat khususnya yang menetap di pedesaan/perkampungan, hal inilah sangat baik ketika masyarakat yang datang langsung ke tenda pengobatan massal itu langsung mendapatkan penyuluhan dan pengobatan, yang ditangani langsung tim medis kemenkes RI.

Sekaitan dengan itu, pihaknya berharap Pemda terkait dapat terus melakukan persebaran dan pemerataan tenaga kesehatan hingga ke pelosok daerah ini.

“Kalau penyakit malaria, posisinya masih di urutan ketiga, sesuai hasil data refrensi tenaga kesehatan setempat. Hal ini juga pada saat melakukan pemeriksaan kepada warga, masih ditemukan gejala Malarua,”Katanya.

Oleh sebab itu, melalui program TMMD ke 100 ini dapat memacu pertumbuhan pemerataan pelayanan tenaga kesehatan di Kabupaten Teluk Wondama dapat terus ditingkatkan dan dilakukan di setiap distrik. Adanya pemerataan itu di harapkan dapat mengatasi masalah tersebut, selain perlu partisipasi masyarakat dalam mengedepankan pola hidup sehat.

Selain itu, Penyakit-penyakit lain yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Teluk Wondama dan menjadi keluhan utama masyarakat antara lain ; TBC / Suspect TB dan paling mendominasi rujukan penderita, penyakit kulit dan jaringan, penyakit saluran pencernaan dan diare mencapai.

Pelayanan kesehatan yang bersifat preventif juga masih rendah cakupannya antara lain : pencegahan malaria, diare, dan penyakit-penyakit infeksi lainnya. Kondisi yang sama terjadi pada cakupan pelayanan KIA yang belum mampu memberikan tingkatan perlindungan yang optimal bagi ibu – anak, serta belum optimal mengkondisikan tingkatan perlindungan dan tumbuh kembang anak yang optimal. (ian)

Berita terkait

Leave a Comment