Ikut Program JKN-KIS Gotong Royong Menolong Masyarakat Tidak Mampu

Seorang peserta program JKN-KIS, Sukamto.
Seorang peserta program JKN-KIS, Sukamto.

Lensapapua, Sukamto (43) adalah seorang guru Madrasah Aliyah Kalobo Kabupaten Raja Ampat, Warga asal Sorong ini berkesempatan diwawancara oleh tim jamkesnews pada saat mengurus Perpindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sorong.
Sukamto adalah peserta JKN KIS dari zaman askes, pengalamannya sejak menjadi peserta JKN-KIS tidak pernah merasa dibedakan, pengalaman ini ia rasakan pada saat berobat di FKTP.
“Pada saat saya berobat di Puskesmas saya merasa tidak dibeda-bedakan antara pasien umum mapun pasien BPJS, saya merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN KIS karena tidak perlu mengeluarkan biaya ketika sakit” ujar Sukamto
Selain puas dengan pelayanan yang diberikan, Sukamto bersyukur telah menjadi peserta JKN-KIS karena telah merasakan manfaat besar dari program ini. Ia mengaku program ini sangat menolong masyarakat yang tidak mampu.
“Dulu sebelum ada BPJS Kesehatan hanya peserta Askes dari kalangan pegawai negeri saja yang merasakan manfaatnya, warga dari kalangan ekonomi menengah kebawah seolah-olah dilarang sakit karena biaya berobat yang sangat mahal dirumah sakit, kini dengan adanya program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan semua masayarakat yang sakit bisa tertolong” tutur Sukamto
Sukamto mengajak seluruh masyarakat untuk segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS karena manfaatnya sangat besar dan apabila berobat tidak dibeda-bedakan dengan pasien umum. Ia juga menambahkan setiap tahun pelayanan BPJS Kesehatan semakin meningkat baik di fasilitas kesehatan (faskes) maupun di kantor BPJS Kesehatan agar sebagai warga negara yang baik jangan sampai lupa untuk membayar iuran tepat waktu sebelum tanggal sepuluh setiap bulannya.
Bagi masyarakat yang sudah menjadi peserta JKN-KIS apabila sakit jangan takut untuk berobat, jangan takut dengan biaya Rumah Sakit yang mahal karena ada BPJS Kesehatan yang siap membantu biaya berobat, pada saat tidak sakit iuran yang kita bayarkan untuk menolong orang yang sedang membutuhkan pertolongan di rumah sakit. “Istilahnya kita gotong royong saling tolong menolong.” tutupnya. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.