Evaluasi Program Penguatan Malaria di Kabupaten Sorong

Lensapapua–  Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong menggandeng Unicef guna memaksimalkan program pemberantasan penyakit Malaria di Sorong.

Kasus penularan penyakit Malaria di Kabupaten Sorong tercatat masih sangat tinggi, penularan penyakit malaria ini pun menular kepada siapapun tanpa pandang buluh, baik dari segi jenis kelamin, usia dan karakteristik lingkungan, sehingga butuh perhatian serius semua pihak agar angka penularannya tidak semakin meluas.

Dijelaskan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Yahya Kombado, untuk menurunkan angka penyebaran penyakit Malaria, dinas kesehatan akan menggandeng Unicef dalam pemberantasan penyakit malaria dengan metode yang telah diuji cobakan, bahkan metode ini dinilai sukses penerapannya di Australia, terutama bagi 9 puskesmas di Kabupaten Sorong.

“Malaria ini penyakit yang hingga saat ini tidak atau belum tuntas diselesaikan, oleh karena itu Unicef bersama dinas dalam hal ini 9 puskesmas yang akan dikunjungi dengan metode pengobatan yang dilakukan dari Australia, oleh karena itu diharapkan adanya partisipasi masyarakat menjemput program ini” tegas Yahya Kombado, Senin (22/5/2017) di aula Bappeda pada kegiatan evaluasi pencegahan dan penanganan Malaria di Sorong.

Sementara itu, Agustinus Wabia, Kepala bidang pencegahan penyakit menular dinas kesehatan kabupaten Sorong, mengatakan untuk penanganan kasus Malaria telah dilakukan secara berkelanjutan, namun diakui tidak bisa langsung selesai dalam kurun waktu singkat, oleh karenanya program ini diharapkan menjawab kebutuhan tersebut.

“Kasus Malaria ditengah masyarakat masih tinggi, tidak bisa selesai dalam jangka waktu cepat, kita targetnya di Papua Barat tahun 2027, sedangkan target nasional 2030 lita harap masyarakat dikampung mendukung program ini” terang Agustinus Wabia.

Kasus penularan dan penyebaran penyakit malaria di Papua Barat tergolong tinggi, namun terus diupayakan untuk menurunkan angka penularannya dari sebelumnya terdapat kasus kematian karena malaria hingga pada penyebab penyakit malaria biasa. (Yud/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.