Bukukan 37 Ribu Peserta BPJS Kesehatan Cabang Sorong Siap Wujudkan UHC

BPJS KESEHATAN
BPJS KESEHATAN

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara nasional mencatat jumlah peserta Program JKN-KIS mencapai 180 juta jiwa. Angka ini setara dengan 70% lebih dari proyeksi jumlah penduduk Indonesia di tahun 2017.

Sementara, pemanfaatan fasilitas JKN-KIS pun mengalami peningkatan pesat di tahun 2016 yakni 177,8 juta kunjungan ke fasilitas kesehatan secara nasional, dibandingkan sejak pertama program ini diluncurkan, tahun 2014 yaitu 92,3 juta kunjungan dan menglami peningkatan di tahun 2015 sebanyak 146,7 juta kunjungan.

BPJS Kesehatan Cabang Sorong, hingga semester I tahun 2017 mencatat sebanyak 37.052 jiwa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Jumlah tersebut diimbangi dengan pertumbuhan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebanyak 107 unit, 8 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), 3 apotek dan 2 gerai optik.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Natalia Panggelo dalam public expose di kantornya (22/8/2017) mengatakan, pihaknya optimis dapat mencapai Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan semesta di tahun 2019 yang menargetkan sedikitnya 95% dari jumlah total penduduk Indonesia.

“Optimisme ini bukan tanpa hambatan, mengingat letak geografis Cabang Sorong yang sulit dan peran aktif masyarakat menjadi kendala tersendiri di lapangan” tutur Natalia.

Ia menambahkan, masyarakat miskin di pelosok daerah masih sulit dijangkau dengan alasan akses yang belum memadai. Sebagai catatan, BPJS Cabang Sorong membawahi enam wilayah administrasi daerah antara lain, Pemerintah Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Maybrat, Sorong Selatan, Tambrauw dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

Masalah lainnya adalah peserta non aktif, atau peserta Program JKN-KIS yang menunggak pembayaran iuran bulanannya.

“Untuk itu, pertama-tama kami melakukan validasi data bersama pemerintah daerah melalui Dinas Sosial terkait masyarakat yang masuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI)” terang Natalia Panggelo.

Selanjutnya, kata dia, adalah melakukan advokasi kepada pemda agar mengintegrasikan masyarakat miskin atau PBI ke dalam program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Tak hanya itu, untuk mencapai UHC atau cakupan semesta 2019, BPJS Kesehatan kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas layanan antara lain, Kantor Layanan Operasional di setiap kota/kabupaten, website yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, pengembangan pendaftaran peserta melalui dropbox di tingkat kelurahan, PPOB, mitra kerja BPJS Kesehatan, Kader JKN dan pendaftaran melalui aplikasi mobile JKN.

Sementara, program yang saat ini tengah dikembangkan adalah Point of Service yang ditempatkan di pusat-pusat perbelanjaan seperti mall, super market dan lain sebagainya. Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.