Putra Putri Papua Putus Sekolah Diberi Pelatihan Membuat Batik Press

Saat peserta Pembatik mengikuti praktek

Lensapapua –  Proses awal dalam pembuatan seni batik press, terlebih dahulu bahan-bahannya harus disediakan seperti kain katun yang telah dipotong-potong lalu direbus terlebih dahulu. Setelah direbus langsung dijemur, dan selanjutnya proses pembuatan langsung dicetak.

 Kain ditempatkan secara mendatar pada meja ditata sedemikian rapi, langkah selanjutnya dicetak oleh peserta terserah warna apa saja yang sesuai dengan selera, Proses berikutnya langsung diblok. Habis diblok dikasih warna dasar. ujar Sokani, pria paruh baya asal Pekalongan, Jawa Tengah, ketika melakukan kegiatan membatik di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Winni Rai Kabupaten Sorong.

 Saya melihat peserta memiliki semangat untuk membatik, bahkan mereka juga sangat menekuninya. Dengan kegiatan ini secara tidak langsung akan mengangkat anak-anak putus sekolah dalam menggeluti usahanya khusus untuk membuat batik press, katanya, di Aimas, Rabu (20/5).

 Jika pekerjaan ini dilakukan secara baik maka akan membuka peluang kerja baru bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap dalam menggerakkan roda perekonomiannya.

 “Hanya untuk perwarnaan saja sedikit sulit karena berbagai macam warna. Tapi kita syukuri karena mereka sudah bisa paham  dalam pencampuran bahan pewarnaan,” jelas Sokani.

 Kalau dilihat hasil kerja peserta yang ada ini dinilai sudah mencapai 75 persen, dan akan mengarah ke 100 persen. Jadi setelah pesertanya paham semua,  selanjutnya saya lepas karena mereka dinilai sudah bisa membuat batik press, tandasnya. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.