3 Perusahaan Besar Akan Kelola Ikan Segar & Filet Dikabupaten Sorong

Dra. Giri Bekti Wahyuni. Kepala dinas Perikanan Kabupaten Sorong.

Lensapapua–   Terkait rencana adanya tiga perusahaan yang akan beroperasi di Kabupaten Sorong dalam mengelola perikanan, Kepala dinas Perikanan Kabupaten Sorong Dra. Giri Bekti Wahyuni, M.Si.,  mengatakan bahwa perusahaan tersebut rencana nya akan mengelola ikan beku (Fresh) dan produksi ikan dalam bentuk Filet.

 

Penyampaian ini disampaikan Bekti usai pelaksanaan Rapat pembahasan formulir UKL-UPL unit pengolahan Ikan dan terminal khusus PT. Arapura Seafood, pembangunan Storage Tank dan terminal Khusus PT. Petro Ocean, Galangan Kapal PT. Bahana Shipyard. Yang berlangsung diaula Bappeda Kabupaten Sorong. Senin ( 02/9)

 

Lanjut dikatakan Bekti, untuk lokasi atau area operasional perusahaan ini nantinya akan beroperasi diwilayah Seget Distrik Kabupaten Sorong.

 

Sesuai aturan Kementerian, perusahaan pengolah ikan tidak diperbolehkan memiliki atau menggunakan kapal tangkap. Jadi perusahaan ini nantinya hanya boleh mengumpul hasil tangkapan nelayan.

 

Hal ini kata Bekti akan menjadi kendala. Karena nelayan yang ada didaerah ini adalah nelayan kecil atau nelayan tradisional dan sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan yang ada didaerah ini.

 

Oleh karena itu kami sarankan kepada perusahaan ini agar dapat menjalin kerjasama dengan nelayan-nelayan di beberapa daerah seperti Raja Ampat dan Kaimana supaya bisa mendapatkan hasil produksi sesuai target 30 ton perharinya.

 

Sementara hasil tangkap nelayan kita masih terlalu sedikit sekali, sangat jauh dari apa yang diharapkan pihak perusahaan. Beber Bekti.

 

Seperti contoh kata Bekti, untuk kapal 5 Gros Ton ( GT)  hasil tangkapnya saja paling banyak 2 ton per 1 -2 minggu.

 

Jadi untuk mendukung para nelayan yang ada supaya bisa mendapatkan hasil yang lumayan meningkat atau sesuai target yang diinginkan tentu harus kerja keras serta harus diberi pembinaan dan pelatihan.

 

Ditambah lagi pemerintah juga harus memberikan support berupa bantuan-bantuan peralatan. Sehingga para nelayan ini bisa memiliki SDM yang berkualitas dan unggul, kemudian  kapasitas kapal tangkapnya juga bisa lebih kita tingkatkan. Papar Bekti. Red

 

 

 

 

 

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.